Profesi PNS

Kerjaan yang numpuk di atas meja Alhamdulillah udah kelar. Walaupun masih ada satu laporan lagi yang mesti di-up-date (sorry bingung nulisnya sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar). Bukan bermaksud mau “mengkhianati” amanah rakyat dengan nge-net (lagi-lagi sorry nggak sesuai kaidah Bahasa Indonesia) tapi sejenak mau berselancar di dunia maya buat nambah ilmu dan pemahaman. Semoga terhindar dari kesia-siaan. Amin

Akhirnya teringat sebuah thread di sebuah forum diskusi ini yang rame banget membicarakan profesi-ku sekarang ini. Nih thread sering banget di-up-date yang berarti banyak banget antipati masyarakat atas profesi PNS (tapi benar sebuah profesi nggak ya?) . Saya kira kita semua sepakat dan sangat memahami akan masih besarnya keraguan masyarakat atas profesionalisme PNS. Pernah nonton acara Snapshot di Metro TV yang menyoroti prilaku menyimpang masyarakat kita –menyimpang dari aturan maksudnya. Salah satu episodenya menyoroti aktivitas pegawai Kejaksaan Agung pada jam 10-an pagi. Ternyata aktivitas mereka adalah “diskusi” di warung tegal samping kantor, “optimalisasi belanja” di pasar dekat Blok M dan mungkin “berpikir sambil berbaring” di atas sofa kantor.

Kalo kita mau flash back maka akan kita dapatkan sebuah kesimpulan bahwa pada dasarnya penyebab kelemahan sisi profesionalisme PNS adalah sudah carut-marutnya sistem pemerintahan di negara kita. Jangankan PNS golongan rendah bangsa golongan 2 dan 3 tapi sudah dari pejabat-pejabat kita karena mereka juga PNS (ingat PNS =Pegawai Negeri Sipil) walaupun latar belakangnya militer…. Makanya jadi teringat sama salah satu Lembaga Tinggi negara kita yang maunya Remunerasi tapi tak mau Reformasi. Diperiksa BPK antipati banget (tahu sendiri nih lembaga apa). So krisis terbesar bangsa kita yang katanya udah seratus tahun bangkit adalah krisis teladan. Atasan korupsi bawahan korupsi. Gubernur atau Bupati nilepin uang proyek APBD milyaran rupiah, Lurah dan Ketua RT nilepin beras raskin.

Ya emang kadang malu deh kalo ingat hal-hal di atas dan status ke-PNS-an saya. Untung lembaga tempat saya kerja nggak mewajibkan kita pake seragam LINMAS tiap hari. Ya minimal di buskota pas lagi berangkat nggak tengsin-tengsin amat ama orang kantoran….

Ala kulli hal, satu hal yang pasti bahwa menjadi PNS ataupun tidak adalah pilihan bagi . Sebuah pilihan sesederhana apapun itu termasuk beli nasi goreng atau pecel lele buat makan malam tetap menghadirkan risiko bagi kita. Jadi menurut saya karena telah memilih maka sikap kita selanjutnya adalah bertanggungjawablah. Karena telah memilih sebagai PNS maka jadilah PNS yang bertanggungjawab dan profesional…….

Maaf kalo kesimpulannya dipaksakan……….

Ok sekadar penambah pengetahuan dan cara pandang bisa dilihat tulisannya pak Romi Satria Wahono yang ternyata seorang PNS juga di sini.

Comments
6 Responses to “Profesi PNS”
  1. heldi berkata:

    salam kenal mas,
    memang berat jadi pns yah 🙂

    wasalam

  2. marliana berkata:

    senang yah jadi PNS, sibuk terus 😉

  3. alfalimbani berkata:

    @Bu Marliana
    Ya senang dong Bu. iya nih sibuk —ngenet— terus….. hehehehehe

  4. myneverland berkata:

    dayat, makasih udah mampir ke blog-ku
    kamu sendiri kok ga pernah ngeblog nih?

  5. devi wulandari berkata:

    Jadilah pe en es (Pegawai negeri sholeh) ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: